Kota Tegal adalah kota memiliki identitas budaya yang unik terutama dalam bahasa, makanan dan inovasi masyarakat. Posisi strategis Kota Tegal diperkuat oleh kondisi geografis di lintasan jalur perdagangan Pantai Utara Jawa dan adanya Pelabuhan Tegalsari, menyebabkan intensitas interaksi masyarakat kota Tegal dengan berbagai suku bangsa lain di dunia, sehingga terjadi proses akulturasi yang ikut mewarnai kehidupan masyarakat.
Dalam upaya mempertahankan identitas budaya masyarakat Kota Tegal, pemerintah Kota Tegal memiliki gagasan untuk membangun museum, guna melestarikan nilai budaya dan kreatifitas masyarakat. Kegiatan awal untuk pembangunan museum adalah melakukan Kajian Stroryline Museum Kota Tegal.
Kajian tersebut menelaah secara mendalam perjalanan sejarah dan mengidentifikasi budaya masyarakat Tegal. Melalui studi pustaka, wawancara mendalam dan observasi lapangan, dapat disimpulkan bahwa Kota Tegal memiliki perjalanan sejarah kelembagaan sipil dan militer serta keunikan dalam hal budaya dan kreatifitas. Oleh sebab itu bentuk museum yang tepat adalah Museum Kota Tegal (Tegal City Museum).Berdasarkan hasil kajian, dirumuskan Visi Museum Kota Tegal adalah “Terwujudnya Museum Kota Tegal Yang Berdedikasi Dengan Semangat Egalitarian, Kebaharian Dan Inovasi Masyarakatâ€Â. Misi Museum Kota Tegal adalah untuk kebanggaan Kota Tegal, mengoptimalkan peran seni budaya untuk memperkuat identitas masyarakat. Ruang tata pamer Museum Kota Tegal dibagi ke dalam 4 (empat) ruang tematik, yaitu Sejarah Pemerintahan, Sejarah TNI Angkatan Laut, Budaya Bahari, dan Ruang Inovasi Masyarakat Tegal.
Lokasi yang cocok untuk museum Kota Tegal adalah di Pantai Batamsari, Kelurahan Panggung, Kecamatan Tegal Timur, Kota Tegal. Sehingga landscape pantai sesuai tema museum dan akan menambah daya tarik bagi wisatawan untuk berkunjung ke Museum Kota Tegal.