ABSTRAKSI
Selain sebagai wadah penyedia kebutuhan pokok, pasar juga dapat menggerakan dan meningkatkan perputaran perekonominan masyarakat di sekitarnya, terlebih dapat memberikan peluang lapangan pekerjaan baru bagi masyarakat. Pasar Pagi Kota Tegal merupakan salah satu pasar yang ada di Kota Tegal. Pasar tradisional ini menjual berbagai produk kebutuhan pokok dan sembako seperti seperti beras, terigu, gula, garam, sayur mayur, bawang, cabe, ikan, ayam, dan lainnya. Sudah beroperasi selama puluhan tahun, Pasar Pagi Kota Tegal menjadi sentra penjualan kain pada hari pasaran Rabu dan Minggu. Pasar yang merupakan kepanjangan tangan dari Pasar Tegalgubug di Cirebon ini menjadi pilihan bagi warga untuk mencari berbagai jenis kain dengan harga terjangkau. Perpaduan konsep pasar modern dan pasar tradisional pada Pasar Pagi Kota Tegal tampak pada pembagian blok area pasarnya. Blok A merupakan area baru yang ramai pengunjung. Blok B merupakan area yang terletak berdekatan dengan Blok A, sehingga masih relatif ramai, sedangkan area C merupakan area yang kosong. Para pedagang tumpah berdagang ke jalan-jalan di sekitar Blok C karena menurut pengakuan mereka, ketika berjualan di Gedung Blok C, dagangannya sepi. Maka dari itu, masterplan ini disusun untukmerencanakan masterplan pengembangan Blok B dan Blok C Pasar Pagi Kota Tegal. Dengan pembangunan masterplan ini, roda perekonomian, kesejahteraan pedagang, serta lingkungan yang tertata dan sehat dapat tercapai.
Metodologi yang digunakan dalam menyelesaikan pekerjaan ini adalah perencanaan teknis. Dalam melakukan perencanaan teknis digunakan metodologi dengan pemahaman terhadap persyaratan teknis yang diperlukan dalam perencanaan teknis masterplan.
Berdasarkan KAK, waktu yang dibutuhkan dalam pelaksanaan Belanja Modal Jasa Konsultansi Perencanaan Masterplan Pembangunan Pasar Pagi Blok C dan B ini selama 1,5 (satu setengah) bulan dengan kemungkinan diperpanjang untuk periode yang sama oleh kepala satuan kerja dalam rangka memenuhi kerangka pekerjaan. Sesuai dengan ketetapan Pemerintah mengenai perencanaan pasar tradisional yang harus memiliki unsur arsitektur lokal dari budaya setempat. Maka dari itu tampilan bangunan diusahakan mengadopsi unsur dan nilai arsitektur lokal dengan mengadopsi bentuk atap Limasan Maligi, serta membagi bangunan menjadi tiga bagian yaitu kepala, badan, dan kaki.