ABSTRAKSI
Degradasi tanah yang semakin meningkat menjadi permasalahan utama dalam produksi biomassa, terutama di wilayah perkotaan yang mengalami konversi lahan secara masif. Kota Tegal sebagai salah satu wilayah dengan pertumbuhan penduduk yang pesat menghadapi tantangan dalam mempertahankan kualitas tanah untuk produksi biomassa. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk memetakan status kerusakan tanah di Kota Tegal guna menyediakan informasi yang komprehensif sebagai dasar dalam pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini meliputi survei lapangan, analisis laboratorium terhadap sepuluh parameter kerusakan tanah, serta pemetaan spasial dengan menggunakan perangkat lunak GIS.
Penilaian kondisi tanah dilakukan berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 150 Tahun 2000 dan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup Nomor 7 Tahun 2006. Wilayah kajian difokuskan pada Kecamatan Tegal Timur dan Tegal Barat, dengan pengambilan sampel tanah di berbagai lokasi untuk mengidentifikasi tingkat kerusakan berdasarkan faktor fisik, kimia, dan biologis tanah. penelitian ini menunjukkan bahwa sebagian besar wilayah Kota Tegal mengalami degradasi tanah akibat faktor alami seperti erosi dan intrusi air laut, serta aktivitas manusia seperti alih fungsi lahan dan penggunaan bahan kimia pertanian yang berlebihan. Beberapa wilayah memiliki tingkat kerusakan yang tinggi, ditandai dengan rendahnya kandungan bahan organik, tingkat keasaman yang tidak seimbang, serta penurunan kapasitas infiltrasi air. berdasarkan status kerusakan tanah di Kota Tegal bervariasi dari tingkat ringan hingga berat, dengan kebutuhan intervensi yang berbeda-beda. Rekomendasi yang diajukan mencakup upaya konservasi tanah, penerapan praktik pertanian berkelanjutan, serta optimalisasi ruang terbuka hijau untuk mengurangi dampak degradasi lingkungan. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi bagi pemerintah daerah dalam merumuskan kebijakan pengelolaan lahan dan strategi mitigasi kerusakan tanah secara efektif.