ABSTRAK
Jaringan jalan di Kota Tegal merupakan aset vital yang menunjang mobilitas dan perekonomian, namun seiring berjalannya waktu, banyak ruas jalan mengalami penurunan kondisi akibat beban lalu lintas dan faktor cuaca. Kerusakan seperti retak, lubang, dan deformasi tidak hanya mengurangi kenyamanan dan keselamatan pengguna, tetapi juga memperpendek umur layanan jalan. Tanpa penanganan yang tepat melalui pemeliharaan berkala, kerusakan ini akan semakin parah dan memerlukan biaya perbaikan yang jauh lebih besar. Oleh karena itu, permasalahan utamanya adalah kebutuhan akan sebuah perencanaan teknis yang detail untuk memastikan kegiatan pemeliharaan berkala jalan dapat dilaksanakan secara efektif dan efisien.
Tujuan dari pekerjaan ini adalah untuk menyusun dokumen Detailed Engineering Design (DED) yang komprehensif sebagai acuan utama dalam pelaksanaan kegiatan pemeliharaan berkala jalan di Kota Tegal. Secara spesifik, tujuannya adalah menyiapkan seluruh kelengkapan dokumen perencanaan teknis yang diperlukan untuk proses lelang dan konstruksi fisik, sehingga menghasilkan desain yang dapat dilaksanakan (feasible), memenuhi persyaratan teknis, dan memastikan pekerjaan fisik nantinya sesuai dengan standar kualitas, biaya, dan waktu yang telah ditetapkan.
Metodologi yang digunakan adalah pendekatan perencanaan teknis sistematis melalui beberapa tahapan. Proses diawali dengan tahap persiapan dan survei pendahuluan, dilanjutkan dengan survei detail dan investigasi lapangan yang mencakup pengukuran topografi, penyelidikan tanah dengan metode Dynamic Cone Penetrometer (DCP) untuk mengetahui daya dukung tanah dasar (CBR), serta survei kondisi perkerasan dan lalu lintas harian rata-rata (LHR). Data yang terkumpul kemudian dianalisis untuk menyusun desain teknis, yang meliputi perencanaan geometrik jalan, tebal perkerasan, dan sistem drainase. Hasil akhir dari kegiatan ini adalah satu set dokumen perencanaan teknis yang lengkap dan siap untuk dilelangkan, yang meliputi dokumen Detailed Engineering Design (DED), gambar-gambar perencanaan detail, dokumen Rencana Anggaran Biaya (RAB) terperinci, dan dokumen Spesifikasi Teknis yang menjadi acuan mutu pelaksanaan.