Abstrak
Pendapatan Asli Daerah (PAD) merupakan salah satu instrumen utama untuk mendukung kemandirian fiskal daerah sekaligus meningkatkan kualitas pembangunan. Pajak daerah sebagai komponen terbesar PAD memiliki peranan strategis dalam memperkuat kapasitas fiskal pemerintah daerah. Oleh karena itu, identifikasi dan kajian potensi pajak daerah diperlukan agar pemerintah daerah memiliki basis data yang akurat dalam menetapkan target penerimaan serta merumuskan kebijakan optimalisasi pajak.
Kajian ini dilakukan di Kota Tegal dengan menggunakan kombinasi data primer hasil survei lapangan dan data sekunder dari laporan penerimaan pajak. Metode analisis yang digunakan meliputi analisis kontribusi, efektivitas, tax ratio, proyeksi menggunakan model ARMA, serta tipologi Klassen untuk menentukan prioritas pajak. Pendekatan ini memungkinkan pemetaan potensi sekaligus memberikan gambaran mengenai efektivitas pengelolaan pajak daerah.
Hasil kajian menunjukkan bahwa penerimaan pajak daerah Kota Tegal memiliki prospek pertumbuhan positif. Pajak yang menjadi prioritas optimalisasi adalah Pajak Penerangan Jalan, Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB), Pajak Bumi dan Bangunan (PBB), serta Pajak Barang dan Jasa Tertentu (PBJT) Makanan dan Minuman. Analisis tipologi Klassen menegaskan bahwa sebagian jenis pajak perlu dipertahankan karena kontribusinya tinggi, sementara jenis lainnya masih potensial untuk dikembangkan. Faktor makroekonomi seperti pertumbuhan ekonomi dan PDRB per kapita riil terbukti berpengaruh signifikan terhadap penerimaan pajak, sedangkan inflasi tidak. Temuan ini mengindikasikan perlunya strategi pengelolaan pajak berbasis data potensi aktual guna memperkuat kemandirian fiskal Kota Tegal di masa depan.