Abstrak
Pembangunan SMA Negeri 6 Kota Tegal di Jalan Cik Ditiro merupakan upaya strategis untuk meningkatkan akses pendidikan di wilayah perkotaan. Namun, pembangunan sekolah baru juga berpotensi menimbulkan dampak terhadap lalu lintas, khususnya peningkatan volume kendaraan pada jam masuk dan pulang sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak lalu lintas akibat pembangunan SMA Negeri 6 Kota Tegal, menilai kondisi eksisting, memproyeksikan perubahan arus kendaraan, serta merumuskan strategi mitigasi agar lalu lintas tetap lancar, aman, dan nyaman.
Metodologi yang digunakan meliputi pengumpulan data primer melalui survei lalu lintas, parkir, dan pergerakan di persimpangan, serta data sekunder dari instansi terkait. Analisis dilakukan dengan pendekatan Pedoman Kapasitas Jalan Indonesia (PKJI 2023) untuk menilai tingkat pelayanan jalan (Level of Service) pada kondisi eksisting, masa konstruksi, dan operasional. Selain itu, dilakukan analisis bangkitan dan tarikan lalu lintas dari siswa, guru, staf, dan pengunjung, termasuk perkiraan moda transportasi yang digunakan.
Hasil kajian menunjukkan bahwa pembangunan sekolah ini akan meningkatkan pergerakan lalu lintas di sekitar lokasi, terutama kendaraan pribadi roda dua sebagai moda dominan. Dampak yang teridentifikasi meliputi penurunan kinerja ruas jalan, peningkatan antrian di persimpangan, keterbatasan kapasitas parkir, serta potensi polusi dan kebisingan. Untuk mengantisipasi hal tersebut, disusun rekomendasi mitigasi berupa pengelolaan volume lalu lintas, optimasi persimpangan, penambahan fasilitas parkir dan drop-off, penyediaan trotoar serta jalur sepeda, hingga peningkatan aksesibilitas angkutan umum.
Kesimpulannya, pembangunan SMA Negeri 6 Kota Tegal memang menimbulkan dampak lalu lintas yang signifikan, namun dengan penerapan strategi mitigasi yang tepat, dampak negatif dapat diminimalisir. Rekomendasi hasil analisis ini diharapkan menjadi acuan bagi pemerintah daerah, sekolah, dan pemangku kepentingan lain dalam merencanakan manajemen lalu lintas yang berkelanjutan