Kota Tegal sebagai wilayah perkotaan di Provinsi Jawa Tengah dewasa ini terus mengalami perkembangan dan pertumbuhan wilayah yang terus bertransformasi. Salah satu faktor tersebut adalah letak Kota Tegal itu sendiri yang strategis dan berada di pertigaan jalur kota besar Semarang – Tegal – Cirebon dan Semarang – Tegal – Purwokerto dan Cilacap. Kestrategisan wilayah tersebut juga memberikan dampak positif pada pertumbuhan PDRB Kota Tegal yang terus meningkat, dimana perputaran uang tersebut didominasi pada sektor non primer yaitu Perdagangan, Hotel dan Restoran. Hal tersebut selaras dengan Demografi Kota Tegal yang juga berada pada mata pencahariaan non primer guna mendukung aktivitas perkotaan yaitu Pengusaha dan Pedagang dengan didukung bonus demografi yang dialaminya yaitu jumlah penduduk usia produktif Kota Tegal yang lebih banyak dibandingkan usia non produktif kota ini.Kondisi Kota Tegal yang memiliki Supporting system yang tinggi bagi aktivitas perkotaan hal tersebut tidak sebanding dengan prestasi Kota Tegal dalam bidang keolahragaan yang tidak menunjukkan angka peningkatan yang tinggi pula. Sehingga perlu penambahan dan perbaikan baik secara fisik dari segi sarana dan prasarana pendukung maupun non fisik yaitu dari sisi manajemen, pelatihan dan pengembangan keolahragaan khususnya para atlet tersebut. Hal tersebut juga selaras dengan terpilihnya Kota Tegal pada tahun 2014 yang menjadi lokasi perencanaan POR Provinsi Jawa Tengah yang akan diselenggarakan pada tahun 2017 dan kemudian mundur menjadi tahun 2018. Sehingga dari kedua aspek tersebut, Kota Tegal terus berbenah diri mulai dari penguatan komitmen para stakeholder yang terlibat, pemenuhan dokumen-dokumen yang diperlukan hingga perencanaan pembangunan Sport Centre tipe A. Akan tetapi karena beberapa faktor, Porprov tersebut batal dilaksanakan di Kota Tegal dan Kota Tegal dapat menjadi tuan rumah kembali pada kegiatan tersebut di tahun 2022. Sehingga pembangunan Sport Centre yang kini sedang berjalan akan berfokuskan pada peningkatan prestasi keolahragaan Kota Tegal dan juga sebagai Penyediaan Sarana Keolahragaan yang berskala Provinsi bagi masyarakat Kota Tegal dan juga Provinsi Jawa Tengah dengan harapan timbulnya Multiplier Effects bagi ekonomi, sosial, demografi dan juga lingkungan kota ini.Pembangunan Sport Centre yang berlokasi di Kelurahan Pesurungan Lor jika dilihat dari sisi letak kestrategisan lokasi, komposisi penduduk dan utilitas pendukung lainnya memang telah mendukung. Akan tetapi perlu ada analisis yang lebih mendetil terkait lingkungan dan sosial masyarakat terkait keberadaan peternak itik yang merupakan mata pencahariaan dan sumber kehidupan sebagian besar warga di Kelurahan Pesurungan Lor dan juga Peternakan Itik Kota Tegal yang telah menjadi Plasma Nutfah asli Indonesia