Dalam realitasnya pada tahun 2014 Kota Tegal adalah penghasil perikanan laut ke kedua tertinggi di Jawa Tengah setelah Kabupaten Rembang. Produk ikan hasil tangkapan yang berasal dari 3 TPI di Kota Tegal sebagian besar dijual keluar Kota Tegal, sehingga nilai tambah dari perikanan laut di Kota Tegal tidak berdampak secara ekonomi bagi Kota Tegal. Akan tetapi di sisi lain saat ini ditemukan adanya fakta bahwa minat investor untuk berinvestasi di sektor perikanan dan industri pengolahannya menjadi kendala dalam pengembangan investasi di sektor pengolahan perikanan. Salah satu yang menjadi penyebab adalah adanya anggapan bahwa bidang usaha di sektor perikanan memiliki risiko tinggi sebagai konsekuensi dari ketidakstabilan pasokan karena sangat tergantung pada kondisi alam yang pada akhirnya mengakibatkan pula ketidakstabilan harga. Kondisi tersebut secara tidak langsung akan mempengaruhi perolehan pendapatan usaha dan minat pengusaha untuk beraktivitas di bidang ini.