Tingkat stunting sebagai dampak kurang gizi pada balita di Indonesia melampaui batas yang ditetapkan WHO. Kasus stunting banyak ditemukan di daerah dengan kemiskinan tinggi dan tingkat pendidikan yang rendah. Stunting merupakan bentuk kegagalan pertumbuhan (growth faltering) akibat akumulasi ketidakcukupan nutrisi yang berlangsung lama mulai dari kehamilan sampai usia 24 bulan. Keadaan ini diperparah dengan tidak terimbanginya kejar tumbuh (catch up growth) yang memadai. Stunting diukur sebagai status gizi dengan memperhatikan tinggi atau panjang badan, umur, dan jenis kelamin balita. Kebiasaan tidak mengukur tinggi atau panjang badan balita di masyarakat menyebabkan kejadian stunting sulit disadari, oleh karena itu diperlukannya teknologi agar masyarakat lebih dini mengetahui permasalahan tentang stunting pada anak dengan dibuatkannya Virtual Assistant Stunting yang dapat digunakan untuk diagnose stunting, cek gizi anak menggunakan algoritma Support Vector Machine (SVM) dan chatbot. Chatbot merupakan pengembangan aplikasi komputer yang dirancang untuk dapat berinteraksi dengan manusia melalui pesan teks, maupun suara dan SVM merupakan metode machine learning yang bekerja atas prinsip Structural Risk Minimization (SRM) dengan tujuan menemukan hyperplane terbaik yang memisahkan dua buah class pada input space. Inovasi ini bertujuan untuk membantu mengurangi angka stunting di wilayah kota Tegal, melakukan pencegahan stunting di wilayah kota Tegal, dan sebagai sarana untuk mengedukasi masyarakat di Kota Tegal mengenai pentingnya pemahaman tentang stunting.
Keunggulan
Keunggulan dari inovasi ini adalah: